country guides17 menit bacaAI-Assisted

Panduan Wisata Arab Saudi 2026: Semua yang Perlu Anda Tahu Sebelum Berangkat

Panduan perjalanan Arab Saudi 2026 — visa turis, NEOM, AlUla, Riyadh, pesisir Laut Merah, etiket budaya, biaya, dan tips konektivitas eSIM.

e
eSimphony Editorial
Panduan Wisata Arab Saudi 2026: Semua yang Perlu Anda Tahu Sebelum Berangkat

Lima tahun lalu Arab Saudi hampir tidak masuk radar wisatawan. Kerajaan ini dikenal karena ibadah haji, kekayaan minyak, dan aturan sosial yang ketat — bukan karena perjalanan liburan. Semua itu berubah drastis. Di bawah rencana Vision 2030, Arab Saudi secara sengaja memosisikan ulang dirinya sebagai destinasi wisata global: menggelontorkan ratusan miliar dolar ke infrastruktur, melonggarkan pembatasan sosial, dan membuka pintu bagi pengunjung internasional lewat sistem eVisa yang sederhana.

Angkanya bicara sendiri. Kedatangan wisatawan melonjak dari tahun ke tahun sejak eVisa diluncurkan pada 2019. Giga-proyek bernilai miliaran dolar seperti NEOM, resor Red Sea Global, dan restorasi kota kuno AlUla sedang mengubah wajah negeri ini beserta apa yang ditawarkannya. Sementara itu, Riyadh dan Jeddah menyulap panggung hiburan mereka dengan konser, ajang olahraga, dan festival budaya yang sepuluh tahun lalu tak terbayangkan.

Panduan ini membahas hal-hal yang benar-benar perlu Anda tahu untuk berkunjung ke Arab Saudi pada 2026 — mulai dari proses visa dan etiket budaya sampai destinasi terbaik dan cara tetap terhubung di negara yang menjadikan data seluler bukan kemewahan, melainkan kebutuhan.

Mengurus Visa Turis Anda

Sistem eVisa Saudi termasuk salah satu proses visa paling mulus di Timur Tengah. Warga dari lebih dari 60 negara — termasuk AS, Inggris, negara anggota Uni Eropa, Kanada, Australia, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan — bisa mendaftar daring lewat portal Visit Saudi atau aplikasi ponsel Saudi eVisa.

eVisa berbiaya sekitar 535 SAR (kira-kira 142 USD), sudah termasuk biaya asuransi kesehatan wajib. Ini visa multi-entri yang berlaku satu tahun, mengizinkan tinggal hingga 90 hari per kunjungan. Sebagian besar pengajuan disetujui dalam hitungan menit, meski ada yang memakan waktu sampai 24 jam.

Anda juga bisa memperoleh visa on arrival di bandara internasional utama, termasuk King Khalid International (Riyadh), King Abdulaziz International (Jeddah), dan Prince Mohammad bin Abdulaziz International (Madinah). Meski begitu, mendaftar daring sebelum berangkat sangat disarankan agar terhindar dari antrean.

Warga negara GCC (Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab) tidak memerlukan visa dan bisa masuk secara bebas. Warga negara yang tidak masuk daftar eVisa harus mengajukan lewat kedutaan atau konsulat Saudi, dan prosesnya lebih lama.

Paspor Anda harus berlaku minimal enam bulan sejak tanggal masuk. Visa turis tidak mengizinkan Anda mengunjungi situs suci di Makkah atau Madinah — untuk itu diperlukan visa haji atau umrah tersendiri.

Riyadh: Ibu Kota yang Menemukan Diri Baru

Riyadh kerap mengejutkan pengunjung pertama kali. Ibu kota Saudi ini mengalami transformasi radikal beberapa tahun terakhir, bergeser dari kota bisnis yang konservatif menjadi metropolis luas dengan atraksi budaya sungguhan dan panggung hiburan yang terus tumbuh.

Apa yang Bisa Dilihat dan Dilakukan

Kingdom Centre Tower tetap menjadi penanda kota yang paling mudah dikenali. Dek pandang di jembatan langit lantai 99 menyuguhkan panorama Riyadh yang membentang sampai cakrawala gurun. Datanglah saat matahari terbenam untuk pengalaman terbaik.

Diriyah, di pinggiran barat laut Riyadh, adalah tempat lahirnya negara Saudi sekaligus Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan At-Turaif telah direstorasi dengan sangat teliti; istana-istana batu bata lumpurnya kini menampung museum, galeri, restoran, dan hotel butik. Festival Diriyah Season mendatangkan penampil internasional dan ajang olahraga. Inilah jawaban Arab Saudi untuk wisata warisan budaya dalam skala masif.

Boulevard Riyadh City adalah kompleks hiburan raksasa milik ibu kota — bayangkan zona bertema, restoran internasional, arena konser, dan pengalaman imersif yang tersebar di area sangat luas. Tempat ini beroperasi musiman, dan program Riyadh Season (biasanya Oktober sampai Maret) mendatangkan penampil internasional papan atas.

Museum Nasional Arab Saudi di Kawasan Bersejarah Murabba sangat bagus dan gratis. Delapan galerinya menuntun Anda menyusuri sejarah Jazirah Arab dari masa prasejarah hingga negara modern. Sediakan waktu setidaknya dua jam.

Untuk melihat Riyadh sehari-hari, kunjungi Souq Al Zal — salah satu pasar tertua di kota ini. Ramai, riuh, dan memikat. Pedagangnya menjual barang antik, belati tradisional, koin lama, kain, dan rempah. Jumat pagi adalah waktu paling ramai.

Catatan Praktis Riyadh

Riyadh terbentang luas. Jarak antaratraksi cukup jauh, dan kotanya tidak ramah pejalan kaki seperti ibu kota di Eropa atau Asia. Aplikasi ride-hailing — Uber dan Careem yang jadi favorit di kawasan ini — adalah cara utama turis berpindah tempat. Riyadh Metro, yang jalurnya dibuka bertahap, menghubungkan titik-titik penting tetapi belum menjangkau semua area wisata.

Suhu dari Mei sampai September rutin melampaui 45°C (113°F). Kalau Anda berkunjung saat musim panas, jadwalkan aktivitas luar ruang pada pagi buta atau setelah matahari terbenam. Cuaca terbaik ada di November sampai Februari, ketika suhu siang hari terasa nyaman di 20–25°C (68–77°F).

Tips Moza: Riyadh adalah kota yang dibangun untuk mobil, dan bergerak tanpa aplikasi ride-hailing benar-benar merepotkan. Anda butuh data seluler sejak detik mendarat — untuk Uber, Careem, Google Maps, dan aplikasi penerjemah. Siapkan eSIM eSimphony Anda sebelum penerbangan supaya bisa memesan kendaraan dari bandara tanpa berburu Wi-Fi.

Jeddah: Gerbang Menuju Laut Merah

Jeddah adalah kota kedua Arab Saudi sekaligus yang paling kosmopolitan. Terletak di pesisir Laut Merah, kota ini secara historis menjadi gerbang bagi jemaah haji dan pelabuhan dagang utama Kerajaan. Warisan maritim itu memberi Jeddah karakter yang berbeda dari Riyadh — lebih santai, lebih beragam, dan lebih terbuka ke luar.

Al-Balad: Jantung Bersejarah

Kawasan Al-Balad yang masuk daftar UNESCO adalah permata Jeddah. Permukiman berusia berabad-abad ini dipenuhi rumah saudagar dari batu karang dengan balkon kisi kayu berukir rumit (rawasyin). Banyak bangunannya berasal dari era Utsmaniyah dan telah dipugar sebagai bagian dari inisiatif pelestarian besar-besaran.

Berjalan menyusuri Al-Balad saat senja, ketika azan bergema di gang-gang sempit dan cahaya berubah keemasan di fasad batu karang, adalah salah satu pengalaman paling berkesan di Arab Saudi. Kawasan ini makin dipenuhi kafe, galeri, dan museum kecil.

Corniche dan Jeddah Modern

Jeddah Corniche membentang 30 kilometer di tepi Laut Merah. Inilah ruang keluarga publik kota — keluarga piknik, pelari berolahraga, dan koleksi patung terbuka yang terkenal (karya Henry Moore, Joan Miró, dan seniman internasional lain) berjajar di sepanjang jalurnya.

Air Mancur King Fahd, yang menyemburkan air setinggi 312 meter, terlihat dari seluruh penjuru kota dan paling indah dinikmati malam hari saat disorot lampu. Jeddah Tower (dahulu Kingdom Tower), yang dirancang menjadi gedung tertinggi di dunia, terus dibangun setelah penantian panjang dan mendominasi cakrawala utara kota.

Soal makanan, Jeddah adalah ibu kota kuliner Arab Saudi. Masakan Hijaz di sini — dipengaruhi berabad-abad lalu-lalang jemaah dari Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tenggara — jauh lebih beragam daripada yang Anda temukan di Riyadh. Cobalah saleeg (nasi lembut berkuah susu dengan ayam), mandi (daging masak lambat di atas nasi), dan pasar ikan di sepanjang Corniche selatan tempat Anda memilih tangkapan lalu dibakarkan di tempat.

Menyelam di Laut Merah

Pesisir Laut Merah dekat Jeddah menawarkan sebagian lokasi menyelam dan snorkeling terbaik di dunia. Terumbu karangnya dalam kondisi sangat baik dibanding situs yang ramai dikunjungi di Mesir atau Asia Tenggara. Titik selam populer bisa dijangkau dengan perahu harian dari marina Jeddah. Jarak pandang di air rutin melampaui 30 meter.

Anda tidak perlu jadi penyelam bersertifikat untuk menikmatinya. Beberapa operator menawarkan selam perkenalan dan trip snorkeling berpemandu ke terumbu dangkal yang penuh ikan tropis, penyu, dan pari.

AlUla: Arabia Kuno yang Tersingkap

Kalau Anda hanya sempat mengunjungi satu destinasi di luar kota besar, pilihlah AlUla. Lembah gurun luas di barat laut Arab Saudi ini menyimpan sejumlah situs arkeologi paling mengesankan di Timur Tengah, dan pemerintah Saudi berinvestasi besar agar tempat ini mudah dijangkau tanpa kehilangan karakternya.

Hegra (Madain Salih)

Hegra adalah Situs Warisan Dunia UNESCO pertama Arab Saudi sekaligus ibu kota selatan kerajaan Nabatea kuno — peradaban yang sama yang membangun Petra di Yordania. Lebih dari 100 makam monumental yang dipahat di batu tersebar di lanskap batu pasir, banyak di antaranya dengan fasad berukir rumit. Berbeda dengan Petra yang bisa terasa sesak, Hegra masih relatif sepi dan skala latar gurunnya membuat tempat ini terasa purba dan belum tersentuh.

Tur berpemandu wajib untuk Hegra dan bisa dipesan lewat platform Experience AlUla. Tur pagi memberi cahaya terbaik untuk fotografi.

Dadan dan Jabal Ikmah

Dadan adalah ibu kota kerajaan Dadan dan Lihyan, yang lebih tua daripada Nabatea. Makam pahat dan relief singa di sini lebih tua daripada Hegra dan sangat mengesankan. Tak jauh dari sana, Jabal Ikmah adalah perpustakaan terbuka berisi ribuan inskripsi dalam aksara kuno — Dadan, Lihyan, Nabatea, dan Arab awal — yang dipahat di dinding batu selama ribuan tahun. Tempat ini membuat Anda merasakan secara langsung betapa lamanya manusia mendiami lanskap ini.

Maraya Concert Hall

Maraya adalah bangunan bercermin terbesar di dunia, berdiri di gurun AlUla dan memantulkan tebing batu pasir di sekelilingnya. Fungsinya sebagai gedung konser dan acara, dan bahkan ketika tidak ada acara, bangunannya sendiri layak dilihat. Fasad cerminnya menciptakan ilusi optis yang membuat strukturnya seolah lenyap ke dalam lanskap.

Catatan Praktis AlUla

AlUla punya bandara sendiri (ULH) dengan penerbangan domestik dari Riyadh dan Jeddah. Kotanya kecil tetapi jumlah hotel dan resornya terus bertambah, termasuk Banyan Tree AlUla yang mewah dan eco-resort Habitas AlUla. Memesan akomodasi dan tur jauh-jauh hari sangat penting pada musim puncak (Oktober sampai Maret).

Kota Tua AlUla telah sebagian dipugar dan menawarkan restoran serta kafe yang berkesan. Menatap bintang di sini luar biasa — langit gurunnya nyaris tanpa polusi cahaya.

NEOM dan Giga-Proyek Lainnya

Giga-proyek Arab Saudi termasuk upaya konstruksi paling ambisius dalam sejarah manusia. Entah membuat Anda takjub atau skeptis, proyek-proyek ini sedang mengubah lanskap dan potensi wisata negara tersebut.

NEOM dan The Line

NEOM adalah mega-proyek senilai 500 miliar dolar di wilayah Tabuk, barat laut Arab Saudi. Komponen yang paling banyak dibicarakan adalah The Line — kota linear sepanjang 170 kilometer yang dirancang menampung 9 juta penduduk tanpa mobil, tanpa jalan raya, dan tanpa emisi karbon. Pembangunan sedang berjalan, dan meski visi utuhnya masih bertahun-tahun lagi, sebagian NEOM mulai menerima pengunjung.

Sindalah, resor pulau mewah NEOM di Laut Merah, termasuk komponen pertama yang dibuka. Sasarannya pasar superyacht dan perjalanan mewah, dengan marina, hotel bintang lima, dan lapangan golf.

The Red Sea Global

Proyek Red Sea Global membentang di 28.000 kilometer persegi garis pantai, gurun, dan pulau yang masih perawan antara kota Umluj dan Al Wajh. Ketika rampung sepenuhnya, proyek ini akan mencakup 50 resor di 22 pulau. Beberapa resor mewah sudah beroperasi, menawarkan selam, snorkeling, kayak, dan ekskursi gurun di lingkungan yang selama ini nyaris tak tersentuh pariwisata.

Proyek ini punya mandat keberlanjutan yang kuat — tanpa plastik sekali pakai, target 100% energi terbarukan, dan perlindungan lingkungan yang ketat untuk terumbu karang serta biota laut.

Diriyah Gate

Lebih dekat ke Riyadh, pembangunan Diriyah Gate mengubah kawasan di sekitar situs warisan UNESCO menjadi distrik budaya, ritel, dan perhotelan berskala besar. Rancangannya terinspirasi arsitektur Najdi tradisional sambil memasukkan fasilitas modern. Beberapa hotel mewah dan sebuah teater seni pertunjukan sudah beroperasi.

Etiket Budaya dan Apa Saja yang Berubah

Lanskap sosial Arab Saudi bergeser drastis beberapa tahun terakhir, tetapi negeri ini tetap masyarakat yang sangat konservatif dan berakar pada tradisi Islam. Memahami norma yang berlaku sekarang akan membuat kunjungan Anda lebih mulus dan lebih menghormati tuan rumah.

Aturan Berpakaian

Untuk laki-laki, celana pendek di atas lutut dan atasan tanpa lengan umumnya dapat diterima di hotel dan area resor, tetapi kurang pas di ruang publik. Celana panjang dan kaus sudah cukup untuk sebagian besar situasi. Di daerah yang lebih tradisional, celana panjang dan kemeja berlengan menunjukkan rasa hormat.

Untuk perempuan, abaya tidak lagi wajib bagi turis. Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut adalah standar yang diharapkan. Celana longgar atau rok panjang dengan atasan yang menutupi lengan atas sudah tepat. Kerudung hanya wajib saat memasuki masjid. Di mal Riyadh dan restoran Jeddah, Anda akan melihat beragam gaya berpakaian, tetapi memilih yang lebih tertutup selalu aman.

Alkohol dan Kehidupan Malam

Arab Saudi tidak mengizinkan penjualan maupun konsumsi alkohol. Ini aturan tegas tanpa pengecualian untuk turis. Tidak ada bar, klub yang menyajikan alkohol, atau toko alkohol bebas bea. Membawa alkohol masuk ke negara ini ilegal dan hukumannya berat.

Meski begitu, panggung kehidupan malam dan hiburan tumbuh pesat. Riyadh dan Jeddah punya lounge sisha, kedai kopi yang buka hingga larut, panggung musik hidup, dan kompleks hiburan. Budaya kopi Saudi luar biasa — kafe spesialti di Riyadh setara dengan mana pun di Dubai atau Beirut.

Pertimbangan Ramadan

Kalau kunjungan Anda bertepatan dengan Ramadan, bersiaplah menyesuaikan diri. Makan, minum, dan merokok di ruang publik pada siang hari dilarang demi menghormati yang berpuasa. Restoran tutup di siang hari (restoran hotel untuk tamu mungkin tetap buka dengan penyekat). Setelah matahari terbenam, santap iftar adalah pengalaman budaya yang indah, dan kota-kota hidup di malam hari selama Ramadan dengan jam belanja yang diperpanjang dan suasana meriah.

Waktu Salat

Toko dan sebagian restoran tutup pada lima waktu salat harian, biasanya selama 20–30 menit. Aturan ini tidak seketat dulu di mal dan area wisata, tetapi masih terjadi. Rencanakan jadwal Anda, dan manfaatkan jeda itu untuk beristirahat atau mengecek ponsel.

Fotografi

Selalu minta izin sebelum memotret orang, terutama perempuan. Jangan memotret gedung pemerintah, instalasi militer, atau istana. Memotret lanskap, arsitektur, makanan, dan ruang publik umumnya tidak masalah.

Tips Moza: Bahasa Arab adalah bahasa resmi, dan di luar hotel bintang lima serta situs wisata utama, bahasa Inggris tidak banyak dipakai. Fitur kamera Google Translate (arahkan ponsel ke teks Arab untuk terjemahan instan) sangat penting untuk membaca menu, rambu, dan petunjuk arah. Fitur ini butuh data seluler — satu alasan lagi untuk menyiapkan eSIM Anda sebelum tiba.

Makanan, Transportasi, dan Tips Praktis

Panggung Kuliner Saudi

Masakan Saudi pantas mendapat perhatian internasional lebih besar daripada yang selama ini diterimanya. Hidangan pokoknya melimpah, kaya rasa, dan sering disantap bersama-sama.

Kabsa adalah hidangan nasional — nasi berbumbu dengan ayam, domba, atau kambing, kerap disajikan di atas nampan besar untuk berbagi. Tiap daerah punya versinya sendiri. Jareesh adalah hidangan gandum tumbuk yang populer di wilayah Najd sekitar Riyadh. Mutabbaq adalah pastri gurih berisi yang bisa ditemukan di mana-mana. Kunafa dan basbousa adalah pencuci mulut andalan.

Jajanan kaki lima murah dan enak. Gerai syawarma ada di setiap blok di setiap kota. Versi Saudi cenderung lebih banyak saus bawang putih dibanding sepupunya dari Levant. Kedai jus segar yang menjual jus buah dan air tebu tersebar di mana-mana.

Kopi Saudi (qahwa) adalah institusi budaya. Rasanya lebih ringan daripada kopi Turki, diberi aroma kapulaga dan kadang safron, serta disajikan dalam cangkir kecil. Menerima tawaran kopi adalah isyarat keramahan yang penting. Panggung kopi spesialti, khususnya di Riyadh, juga meledak, dengan kafe gelombang ketiga yang menyajikan pour-over dan sajian espreso yang sangat baik.

Untuk pengalaman bersantap yang berkesan, carilah jamuan Saudi tradisional — beberapa restoran menyajikan hidangan di lantai secara komunal, dengan domba atau unta di atas nampan nasi raksasa. Al Najdiyah Village di Riyadh dan Al Baik (jaringan ayam goreng Saudi yang dipuja) sama-sama layak dicoba dengan alasan yang sangat berbeda.

Berkeliling

Penerbangan domestik adalah cara terbaik menempuh jarak-jarak jauh di Kerajaan ini. Saudi Arabian Airlines (Saudia), flynas, dan flyadeal melayani rute yang sering antara Riyadh, Jeddah, AlUla, Tabuk, Abha, dan kota lain. Tarifnya terjangkau — Riyadh ke Jeddah bisa di bawah 200 SAR sekali jalan.

Ride-hailing wajib untuk berpindah tempat di dalam kota. Uber dan Careem sama-sama beroperasi di semua kota besar Saudi. Careem sangat populer dan kadang ketersediaannya lebih baik. Kedua aplikasi butuh data seluler.

Sewa mobil adalah pilihan kalau Anda ingin menjelajah dengan tempo sendiri. Jalan antarkota sangat bagus — jalan tol lebar dan terawat dengan rambu berbahasa Arab dan Inggris. Bahan bakarnya sangat murah menurut standar internasional. Namun budaya berkendaranya agresif menurut ukuran Barat, jadi tetap waspada.

Haramain High-Speed Railway menghubungkan Makkah, Jeddah, King Abdullah Economic City, dan Madinah. Keretanya modern, cepat, dan nyaman. Perlu dicatat, turis non-Muslim tidak boleh turun di stasiun pusat Makkah atau Madinah.

Riyadh Metro dibuka secara bertahap dan menghubungkan area-area penting ibu kota. Bus ada, tetapi tidak praktis untuk turis.

Uang dan Biaya

Mata uangnya Riyal Saudi (SAR), dipatok terhadap dolar AS di kisaran 3,75 SAR per 1 USD. Kartu kredit diterima luas di kota. ATM banyak tersedia. Apple Pay dan pembayaran nirsentuh lain berfungsi di sebagian besar tempat modern.

Arab Saudi tergolong cukup mahal. Hotel berkisar 150–300 SAR untuk kelas hemat, 500–1.500 SAR untuk menengah, dan 2.000+ SAR untuk mewah. Satu porsi makan di rumah makan lokal seharga 25–60 SAR. Syawarma dari gerai kaki lima 10–15 SAR. Kopi spesialti 20–35 SAR.

Keamanan

Arab Saudi termasuk negara yang lebih aman di Timur Tengah bagi turis. Angka kejahatan dengan kekerasan sangat rendah. Pencurian kecil ada, tetapi tidak umum dibandingkan pusat wisata Eropa. Pemerintah berinvestasi pada polisi pariwisata yang berbahasa Inggris dan ditempatkan di atraksi-atraksi utama.

Perhatian keselamatan utamanya adalah penyakit akibat panas (minumlah terus, terutama di musim panas), gaya berkendara yang agresif, serta kewaspadaan perjalanan biasa terhadap barang berharga di keramaian. Asuransi perjalanan bersifat wajib — biayanya sudah termasuk dalam eVisa.

Memulai dengan eSimphony

Tetap terhubung di Arab Saudi bukan pilihan tambahan. Anda butuh data untuk aplikasi ride-hailing (Uber dan Careem adalah cara Anda berpindah tempat), navigasi (Google Maps bekerja baik di sini), aplikasi penerjemah (wajib di luar zona wisata), platform pemesanan, dan berkomunikasi dengan rombongan Anda.

Membeli SIM lokal di Arab Saudi mengharuskan Anda mendatangi gerai telekomunikasi, menunjukkan paspor, dan melewati proses registrasi. Cara itu berhasil, tetapi menggerogoti jam-jam pertama Anda di negara ini.

eSIM dari eSimphony adalah jalur yang lebih sederhana. Sebelum penerbangan, kunjungi esimphony.global, pilih paket data Arab Saudi, dan ketuk Instal di perangkat Anda yang kompatibel. Saat pesawat mendarat di Riyadh atau Jeddah, ponsel Anda otomatis terhubung ke jaringan lokal. Tanpa mendatangi toko, tanpa dokumen, tanpa waktu terbuang.

Paket eSimphony untuk Arab Saudi tersedia untuk perjalanan singkat maupun tinggal lama, dengan kuota data yang disesuaikan dari sekadar navigasi dasar sampai panggilan video intensif. Kalau ada pertanyaan saat penyiapan, Moza — asisten AI eSimphony — bisa memandu Anda langkah demi langkah.

Tips Moza: Operator besar Arab Saudi (STC, Mobily, Zain) sama-sama punya jaringan LTE yang kuat di area perkotaan. Dengan eSIM eSimphony, Anda biasanya akan terhubung ke jaringan terkuat yang tersedia. Biarkan eSIM Anda aktif selama perjalanan — Anda akan memakai data lebih banyak dari perkiraan untuk peta, ride-hailing, terjemahan, dan mengirimkan foto makam-makam AlUla ke semua orang di rumah.

Kapan Berkunjung dan Berapa Lama Tinggal

Waktu ideal mengunjungi Arab Saudi adalah Oktober sampai Maret, ketika suhu nyaman di hampir seluruh negeri. Program hiburan Riyadh Season biasanya berjalan pada periode ini. Musim wisata AlUla juga selaras dengan bulan-bulan tersebut.

April dan Mei adalah musim peralihan — mulai memanas tetapi masih tertahankan, dengan keramaian yang lebih sedikit dan harga hotel yang lebih murah.

Juni sampai September panasnya brutal di sebagian besar wilayah. Suhu di Riyadh dan daerah pedalaman rutin melampaui 45°C. Kalau Anda terpaksa bepergian di musim panas, bertahanlah di pesisir Laut Merah (angin lautnya meredam panas) atau wilayah Asir di barat daya yang berhawa pegunungan lebih sejuk.

Untuk kunjungan pertama, 7–10 hari cukup untuk menyusuri Riyadh, Jeddah, dan AlUla dengan tempo wajar. Kalau Anda menambahkan pesisir Laut Merah atau NEOM, perpanjang menjadi dua pekan. Arab Saudi negara besar — kira-kira seluas Eropa Barat — dan terburu-buru berpindah destinasi berarti kehilangan tekstur tiap tempat.

Tanggal Ramadan bergeser tiap tahun. Kalau perjalanan Anda beririsan dengan Ramadan, pembatasan makan di siang hari berlaku, tetapi suasana malamnya istimewa. Idulfitri (perayaan penutup Ramadan) adalah masa yang meriah sekaligus puncak musim perjalanan domestik, jadi pesan semuanya jauh-jauh hari.

Arab Saudi bukan lagi negara tertutup yang sulit dikunjungi seperti dulu. Visanya mudah, infrastrukturnya membaik cepat, situs budayanya kelas dunia, dan keramahannya — begitu Anda tiba di sana — tulus dan hangat. Ini destinasi yang memberi banyak kepada pelancong penasaran yang datang dengan pikiran terbuka dan ponsel terisi penuh berikut paket data aktif.

Referensi

  1. 1
    Saudi Tourism Authority. "Visit Saudi — Official Tourism Portal." Accessed 2026-04-19. Lihat sumber
  2. 2
    Vision 2030 Kingdom of Saudi Arabia. "Saudi Vision 2030 — Tourism Sector." Accessed 2026-04-19. Lihat sumber
  3. 3
    RCU. "Royal Commission for AlUla." Accessed 2026-04-19. Lihat sumber

Artikel Terkait

Siap tetap terhubung di seluruh dunia?

Unduh eSimphony dan aktifkan eSIM seketika di 150+ negara. Paket data yang tidak hangus, berbagi kuota dengan keluarga, dan asisten AI Moza — semuanya dalam satu aplikasi.